Sosialisasi mitigasi untuk pengurangan risiko bencana

Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bantul pada hari Jum’at, 29 Maret 2019 mengikuti sarasehan dalam rangka sosialisasi mitigasi bencana ” Srikandi Siaga Bencana “yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD )Kabupaten Bantul, bertempat di Rumah Makan “Parangtritis, Sewon, Bantul,

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bantul Ny .Hj Nur Fitri W Helmi Jamharis mengharapkan agar semua ilmu yang didapat dari sosialisasi nanti bisa memberikan manfaat dan ibu-ibu bisa menjadi ibu yang siap tanggap dan tangguh menghadapi bencana yang terjadi

Sambutan Ketua DWP Kab.Bantul
Pelaksanaan sosialisasi

Narasumber dalam sosialisasi tersebut dari BPBD dan Ibu W.Heniwati dari Daya Annisa

Pemerintah Kabupaten Bantul telah meluncurkan program kesiapsiagaan bencana berupa “Siap, Tanggap, Tangguh” atau Si Tatang yang dimulai dari keluarga. Siap dalam arti salah satu anggota keluarga memiliki pengetahuan tentang penanggulangan bencana dan ketrampilan pertolongan pertama.

Sedang Tanggap (saat terjadi bencana) adalah salah satu keluarga mampu memberikan instruksi untuk berlindung dalam kondisi darurat dan mengenali tempat aman didalam rumah serta mampu melakukan evakuasi. Tangguh yaitu mampu memberikan pertolongan pertama, membuka akses informasi kejadian, menjaga dan mengembangkan budaya gotong royong melaporkan kejadian dan dampak kejadian melalui pemerintah setempat seperti RT, dukuh serta kooperatif dan jujur dalam pendataan

Seluruh keluarga di Bantul harus menjadi keluarga Si Tatang, yang Siap, Tanggap, dan Tangguh memghadapi berbagai macam kemungkinan bencana yang terjadi.

Perempuan perlu dilibatkan untuk berperan dalam penanggulangan bencana karena perempuan mampu menjadi sumber pendidikan kesiapsiagaan diri, keluarga dan lingkungan, mampu berperan dalam membangun ketangguhan keluarga dan masyarakat dalam menghadapi bencana

DWP DIY MENGADAKAN KEGIATAN SOSIAL PEMBERIAN BANTUAN KEPADA ANGGOTA DWP KABUPATEN BANTUL

Pada hari Jum’at 22 Maret 2019 Dharma Wanita Persatuan DIY yang dipimpin oleh wakil ketua Ny Endang Syahbenol berkunjung ke Dharma Wanita Kabupaten Bantul dalam rangka memberikan bantuan kepada anggota DWP Kabupaten Bantul yang terkena musibah banjir. Rombongan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Bapak Drs Helmi Jamharis, M.Si, didampingi Ketua DWP Kabupaten Bantul Ny. Nur Fitri Widanarti Helmi Jamharis di ruang transit komplek Parasamya.

Rombongan DWP DIY dipimpin wakil ketua NY Endang Syahbenol

Selanjutnya rombongan DWP DIY didampingi DWP Kabupaten Bantul menuju ke wilayah Kecamatan Imogiri untuk langsung memberikan bantuan kepada anggota DWP Kab Bantul yang terkena musibah banjir. Salah anggota Dharma Wanita Kabupaten Bantul yang pertama dikunjungi adalah Ibu Nanik warga Salaman Karangtalun, Imogiri, kemudian dilanjutkan ke lokasi yang lain.

Rumah Ibu Nanik Salaman Imogiri Bantul

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bantul Adakan Pelatihan Kreatifitas “Ecoprint”

Salah satu program kerja DWP Kabupaten Bantul 2019 Bidang Ekonomi adalah mengadakan pelatihan kreatifitas “Ecoprint” menurut laporan penyelenggara Ny. Dewi Susanto., S.H pelatihan kreatifitas diikuti oleh unsur pelaksana DWP se Kabupaten Bantul. Pelatihan kreatifitas dibiayai dengan APBD 2019 dengan mengundang narasumber dari Omah Ecoprint. Ecoprint sendiri adalah teknik pewarna alam yang memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitar kita seperti daun, kayu, batang, dan bagian tumbuhan lain. Ecoprint ini unik karena tidak bisa diulang dan menggunakan bahan baku alami yang lebih ramah lingkungan dan hasil akhir yang tidak akan sama satu dengan lainnya.

Pelatihan Ecoprint

Salah satu program kerja DWP Kabupaten Bantul 2019 Bidang Ekonomi adalah mengadakan pelatihan kreatifitas “Ecoprint” menurut laporan penyelenggara Ny. Dewi Susanto., S.H pelatihan kreatifitas diikuti oleh unsur pelaksana DWP se Kabupaten Bantul. Pelatihan kreatifitas dibiayai dengan APBD 2019 dengan mengundang narasumber dari Omah Ecoprint. Ecoprint sendiri adalah teknik pewarna alam yang memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitar kita seperti daun, kayu, batang, dan bagian tumbuhan lain. Ecoprint ini unik karena tidak bisa diulang dan menggunakan bahan baku alami yang lebih ramah lingkungan dan hasil akhir yang tidak akan sama satu dengan lainnya.

Penasehat DWP Kabupaten Bantul Ibu Hj. Erna Kusmawati Suharsono memberikan sambutan dan membuka secara resmi pelatihan kreatifitas ecoprint yang diselenggarakan di Bangsal Sasana Kridha Rumah Dinas Bupati pada hari Rabu, tanggal 20 Maret 2019. Dalam sambutannya Penasehat DWP menyampaikan “Semoga pelatihan ini bisa menambah pengetahuan dan bisa berkembang, sehingga mempunyai nilai ekonomi. Kita harus menghidupkan pengrajin di Bantul.”

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan terkait dengan stunting yaitu pertumbuhan bayi / anak yang tidak normal, kita harus memperhatikan kesehatan ibu hamil sehingga akan melahirkan anak yang sehat. Disampaikan juga permasalahan untuk bisa mengurangi samah plastik yang tidak bisa diuraikan oleh tanah.

test

test

Menurut Ketua Umum DWP Pusat, “Tahun 2017 Adalah Tahun Pengembangan Program Kerja DWP”

Potensi DWP mulai dari tingkat pusat, propinsi, kaupaten/kota, kecamatan hingga tingkat desa menadi kekuatan yang patut  diperhitungkan untuk memberikan konstribusi dalam menyukseskan program nasional

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat  Ny. Wien Ritola  Tasmaya dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua DWP Kabupaten Bantul Dra. Hj. Titi Prawiti Riyantono, M. Pd. pada Puncak Peringatan HUT DWP ke-18 Tahun 2017 Kabupaten Bantul di Pendopo Parasamya, Kamis (14/12).

Ny. Wien Ritola menambahkan bahwa Renstra DWP 2015 – 2019 merupakan  keseriusan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Pusat untuk mengembangkan organisasi yang modern dan profesional dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan zaman. “Tahun 2017 ini merupakan ‘Tahun Pengembangan’ program kerja DWP,” terang Ny. Wien.

Untuk itu, tambahnya, sebagai organisasi masyarakat perempuan yang besar di Indonesia, sudah seharusnya DWP mengambil peran strategis berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Menurutnya, pada bulan Mei tahun 2017 telah dilaksanakan Rakernas DWP di Bandung dengan mengambil tema “ Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan Untuk Sukses Pembangunan Nasional Melalui Profesionalisme Anggota”.  Hal ini menunjukkan pula bahwa DWP memiliki potensi yang luar biasa sebagai mitra strategis pemerintah.

Selaras dengan hal itu kami mengajak, tambah Ketua DWP Pusat, kepada semua pengurus dan anggota DWP di seluruh tanah air untuk bersama-sama  meningkatkan kualitas kita sebagai perempuan sehingga dapat menjadi pelaku utama dalam ketahanan keluarga.

Sementara dalam laporan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Hj. Fitri Helmi Jamharis, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bantul dalam memperingati HUT ke-18 Tahun 2017 dirayakan dengan sederhana, namun cukup bermakna.

Hj. Fitri mengatakan HUT DWP yang ke-18 tahun ini kita peringati dengan cukup sederhana, namun panitia banyak melakukan kegiatan dalam rangka memperingatinya. Sesuai dengan program kerja DWP Kabupaten Bantul tahun 2017, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ada delapan kegiatan diantaranya Sosialisasi Program Kerja DWP Kab. Bantul Tahun 2017 pada bulan Maret  di Gedung Induk, Pelatihan Olahan Pangan dari Ikan (31/3), Seminar Parenting ‘Mendidik Anak di Era Digital’ (18/5)

Sedangkan kegiatan lainnya antara lain Pengajian Bulan  Ramadhan (2/6), Halal Bil Halal DWP bersama TP PKK Kabupaten Bantul (24/6), Pelatihan Ketrampilan Membuat Tas Decoupage (11/8), Lomba  Kreasi Olahan Ikan (14/10), Bhakti Sosial dengan memberikan 200 paket sembako dan pakaian pantas pakai untuk warga kurang mampu di Kecamatan Sedayu dan santuan  kepada 32 anak yatim/piatu.

Sedangkan pada peringatan HUT DWP ke-18 Tahun  2017 Kabupaten Bantul, tambah Hj Fitri, mengambil tema “Penguatan Kualitas Istri ASN Menuju Ketahanan Keluarga”.

Dalam sambutan Bupati Bantul yang dibacakan Sekretaris Daerah Kab. Bantul Drs. Riyantono, MSi, diantaranya menyampaikan apresiasinya kepada DWP Kabupaten Bantul dalam memperingati HUT ke-18 Tahun 2017 ini dengan telah melakukan berbagai kegiatan yang sangat bermanfaat baik bagi pengurus dan anggota DWP serta bagi masyarakat di Kabupaten Bantul . “Semoga Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bantul semakin bertambah cintanya kepada keluarga maupun kepada masyarakat antul dan semakin dicintai keluarga dan masyarakat pula,” kata Pak Toni.

Pada acara tersebut ditampilkan pula peraih medali emas tingkat nasional pemain gitar  Muhammad Malikul Arkan siswa SMAN I Bantul serta peragaan busana batik dan busana dari plastih hasil kreasi siswa siswi SMAN I Bantul Pimpinan Hj Titi Prawiti Riyantono.

Untuk lebih memberikan nuansa riang kepada yang hadir, panitia menyediakan puluhan door prize menarik, sedangkan didepan Pendopo Parasamya digelar bazar dari hasil produk makanan, obat herbal, tas dan pakaian dari anggota DWP Kabupaten Bantul.

Bakti Sosial Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bantul

Diskominfo Sabtu (18/11) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bantul, digelar acara Bakti Sosial yang bertempat di Aula Kecamatan Sedayu Bantul.

Menurut Ibu Retno selaku ketua penyelenggara melaporkan bahwa kegiatan ini dalam rangka Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bantul yang ke-18 dan merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh DWP yang diagendakan setiap satu tahun sekali.

Jumlah paket yang disediakan adalah 200 paket sembako, baju pantas pakai dan santunan kepada anak yatim sebanyak 32. Ungkapnya.

Camat Sedayu Drs. Fauzan Muarifin dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi dengan adanya acara Bakti Sosial di Kecamatan Sedayu.

Mudah-mudahan nanti bantuan yang nanti diberikan dapat bermanfaat bagi kita semua, harapan kami bahwa sekarang ini kita sedang dibantu, dan nantinya kita harus bercita-cita dapat gantian membantu karena pada dasarnya manusia hidup untuk saling membantu dan tolong menolong. Tegas Camat Sedayu.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Dra. Titi Prawiti Riyantono M.Pd menambahkan bahwa kita mengadakan acara ini untuk saling berbagi dan semoga nantinya kita semua mendapatkan ridho dari Tuhan YME. (Sit)

 

Dharma Wanita Persatuan Adakan Pelatihan Ketrampilan Decaupage

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bantul adakan pelatihan ketrampilan menghias dengan tisu bergambar ala Perancis untuk para anggotanya berlangsung di Bangsal Rumah Dinas Trirenggo Bantul, Jum’at (11/8). Tema pada acara tersebut “Menumbuhkan Kreatifitas dan Semangat Wirausaha Dengan Pelatihan Kerajinan Decoupage”.

Menurut laporan ketuan panitia penyelenggara Sri Windarti Nugroho, SE, MM mengatakan bahwa dalam acara pelatihan ini panitia mengundang 51 unsur pelaksana DWP Kabupaten Bantul, setiap unsur agar mengirimkan dua peserta. Sedangkan yang menjadi tujuan pelatihan adalah melalui pelatihan ini dapat menambah ketrampilan anggota DWP dan menambah ilmu yang bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai bisnis yang bernilai ekonomi untuk menambah pendapatan keluarga.

Kegiatan ini menurut Sri Windarti, merupakan program kerja dari bidang ekonomi DWP Kabupaten Bantul. “Mari kita bersama-sama belajar ketrampilan decoupage untuk menambah pengetahuan kita dan diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan keluarga,” ajak Sri Windarti.

Sementara Ketua Dharma Wanita Kabupaten Bantul Dra. Hj. Titi Prawiti Riyantono, M. Pd. dalam sambutannya diantaranya menyampaikan terima kasihnya kepada Bidang Ekonomi DWP Kabupaten Bantul yang telah menyelenggarakan pelatihan ini, semoga pelatihan ini dapat memberi manfaat yang besar kepada anggota DWP Kabupaten Bantul.

Harapan kami, terang Bu Titi, dengan menumbuhkan kreatifitas ini akan dapat menumbuhkan kewirausahaan anggota DWP yang dapat menambah ekonomi keluarga. “Ini merupakan sumbangsih kepada anggota DWP untuk dapat memberikan ketrampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai suatu usaha ekonomi kreatif yang dapat menambah ekonomi keluarga,” terang Bu Titi Prawiti.

Hj Titi mohon agar ketrampilan ini juga bisa ditularkan kepada anggota yang lain maupun ibu rumah tangga yang lain untuk dapat menjadi ketrampilan yang bisa sebagai salah satu sumber ekonomi keluarga.

Nara sumber untuk pelatihan tersebut diantaranya Heni, Yuliana Krisnawati dan kawan-kawan. Yuliana menerangkan bahwa ketrampilan Decoupage adalah berasal dari negara Perancis yang berarti menggunting dan menempel. Menurut Yuliana ketrampilan Decoupage saat ini baru jadi trend dikalangan perempuan dan banyak dijadikan menjadi bisnis yang cukup menjanjikan terutama bisnis online.

Peserta dengan membayar Rp 50,000,- mendapat seperangkat bahan berupa tas kecil atau dompet, tempat tisu bahkan telenan kecil beserta tisu gambar, gunting, lem dan pernis untuk membuat ketrampilan tersebut.

Dengan waktu sekitar satu setengah jam peserta sudah selesai mengerjakan kerajinan Decoupage yang dicontohkan intruktur dengan hasil karyanya masing-masing.(sit)

Sebanyak 200 Anggota DWP Kab. bantul Ikuti Pelatihan Memasaka Ikan

Sebanyak 200 Anggota DWP Kab Bantul Ikuti Pelatihan Memasak Ikan

Dalam rangka menyosong HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bantul Tahun 2017 dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya pelatihan memasak kudapan berbahan dasar ikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ny Pulung Haryadi saat melaporkan kegiatan pada acara Pelatihan Memasak Kudapan Berbahan Dasar Ikan Untuk Meningkatkan Gizi dan Perekonomian Keluarga yang berlangsung di Bangsal Rumah Dinas Bupati Bantul, Jum’at (31/3).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan anggota DWP Kabupaten Bantul dalam rangka mendukung program pemerintah yaitu Gemar makan Ikan (GEMARI). “Disamping itu agar para ibu anggota DWP bisa semakin banyak wawasan akan penganeka ragaman memasak dengan bahan dasar ikan yang nantinya bisa ditularkan kepada keluaraga, tetangga maupun para ibu dikomunitasnya, bahkan bisa dijadikan sebagai lahan kegiatan ekonomi produktif yang bisa menambah penghasilan keluarga,” harap Ny Pulung.

Sementara Ketua DWP Kabupaten Bantul Ny. Hj. Dra. Titi Riyantono, M Pd saat menyampaikn sambutannya menyampaikan terima kasihnya atas partisipasi anggota DWP perwakilan OPD dan Kecamatan yang semangat untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Kami harap hadirin untuk bisa betul-betul menyimak cara membuat masakan berbahan dasar ikan, sehingga akan memperkaya pengetahuan dalam memasak untuk keluarga maupun bisa dijakdikan suatu usaha ekonomi produktif.

“Saya berharap dengan kekayaan produk berbagai ikan baik ikan laut maupun ikan air tawar di Kabupaten Bantul ini dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Karena hingga saat ini masyarakat masih menganggap harga ikan mahal. Padahal jika dibandingkan dengan harga daging sapi, kambing maupun ayam justru lebih murah serta kandungan gizi dalam ikan yang sangat baik akan dapat meningkatkan gizi keluarga, terutama bagi anak kita agar bisa lebih cerdas dan bagi orang dewasa agar tidak cepat mengalami kepikunan,” tegas Ny Titi Riyantono.

Pada acar tersebut sebagai nara sumber utama dalam pelatihan memasak ikan adalah Ny Utami dari sedayu salah satu anggota kelompok Argomino dalam pengolahan ikan yang saat ini sudah memproduksi sekitar 12 macam olahan ikan yang dijual secara konvensional maupun secara online yang peminatnya cukup besar.

Utami mengatakan bahwa ikan laut lebih bagus kandungan gizinya dari pada ikan air tawar. Dia menjelaskan kandungan omega 3 pada ikan laut lebih dari 20, bahkan ikan tuna mengandung lemak esensial sekitar 24, jika pada ikan tawar hanya berkisar kurang dari 20. Menurutnya ikan darat yang tinggi omega 3 ada pada belut dan sidat.

Dia yang mengaku berasal dari Kepulauan Bangka Belitung yang menikah dengan orang Bantul ini pada awalnya merasa heran , bahwa di pasar-pasar yang tersebar di Bantul ini banyak dijual ikan , namun pembelinya kok sedikit. Makanya dia mempunyai ide untuk membuat beraneka makanan berbahan dasar ikan untuk bisa memasarkan ke masyarakat Bantul ini. Beruntung idenya didukung dengan pendampingan dan bantuan peralatan untuk mengolah ikan.

Pada kesempatan tersebut Utami memberi contoh dua masakan ikan kepada para peserta yaitu naget dan risoles ikan yang sangat mudah membuatnya. (Sit)

 

Perempuan Menjadi Pelaku Utama Ketahanan Keluarga

Dharma Wanita Persatuan (DWP) masih perlu melangkah lebih maju karena masih banyak masalah secara nasional maupun secara lokal yang perlu diselesaikan. Kaum perempuan hendaknya selalu kritis dalam melihat isu-isu yang sedang berkembang dalam masyarakat dan memberikan kontribusi aktif dalam penyelesaian secara antisipatif.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Pusat yang dibacakan oleh Ketua DWP Kabupaten Bantul Dra. Hj. Titi Prawiti Riyantono, M Pd. pada acara HUT ke-16 DWP Kabupaten Bantul Tahun 2015 berlangsung di Pendopo Parasamya Bantul, Rabu (23/12).

“Kita tak bisa tinggal diam melihat kemorosotan moral yang terjadi saat ini, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk banyak sekali kasus kekerasan seksual terjadi terhadap anak-anak dibawah umur, penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja,” tambah Hj. Titi.

Saat membacakan sambuatan lebih lanjut Hj Titi mengatakan bahwa hal-hal tersebut menjadikan kita semua menyadari bahwa Peningkatan Kualitas dan Ketahanan Keluarga merupakan salah satu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam sambutan yang dibacakan Hj. Titi tersebut, Ketua DWP Pusat mengajak seluruh pengurus dan anggota di seluruh tanah air bersama-sama meningkatkan kualitas sebagai perempuan, sehingga Perempuan Indonesia dapat menjadi pelaku utama dalam Ketahanan Keluarga. “Mari kita bersam-sama meningkatkan kualitas pengetahuan, ketrampilan serta spiritualitas, sehingga Perempuan Indonesia dapat menjadi pelaku utama dalam Ketahanan Keluarga,” ajaknya.

Sementara dalam laporan Ketua Penyelenggara yang disampiakan oleh Ny, Supriyanto Widodo diantaranya menyampaikan bahwa dalam rangka HUT DWP telah dilakukan bererapa kegiatan yang dilakukan diantaranya bakti sosial di Desa Gilangharjo Pandak dengan menyerahkan sebanyak 175 paket sembako kepada warga yang tidak mampu dan lomba pidato berbahasa Jawa bagi siswa SMP dari 17 kecamatan se Kabupaten Bantul.

Untuk itu pada acara tersebut diserahkan piagam penghargaan kepada lima juara Lomba Pidato Bahasa Jawa diantaranya kepada juara I Pradipta Aditama dari SMPN I Sedayu, juara II Namira Hani Utami dari SMPN I Piyungan, juara III Lutfi Ika Prabawati dari SMPN I Bantul, Juara Harapan I Nala Khairunissa dari SMPN I Srandakan dam juara harapan II Odilia Danti dari SMPN I Pundong.

Pada Puncak acara HUT DWP tertsebut dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua DWP Kabupaten Bantul Hj Dra. Titi Prawiti Riyantono M Pd yang diserahkan kepada Ketua DWP Propinsi DIY disaksikan oleh Penjabat Bupati Bantul dan semua yang hadir.

Hadir pula pada acara tersebut selain Penjabat Bupati Bantul diantaranya adalah, Muspida Kab. Bantul, Sekretaris Daerah beserta jajarannya, Ketua Dharma Wanita Propinsi DIY, Ketua TP PKK Kabupaten Bantul beserta jajarannya, Ketua Gabungan Organisasi Wanita se Kabupaten Bantul dan tamu undangan lainnya.

Paduan suara yang ikut berpartisipasi pada acara tersebut adalah paduan suara DWP Sekretariat Kab. Bantul pimpinan Dra. Dwi Setyowati Suyoto MT. (sit)

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bantul Adakan Kunjungan Industri Di Pabrik Gula PT. Madu Baru Madu Kismo.

Sebanyak 150 anggota DWP Kabupaten Bantul dipimpin oleh Ketua DWP Persatuan Kabupaten Bantul Dra. Hj. Titi Prawiti Riyantono, MPd adakan kunjungan Industri di PT Madu Baru Madu Kismo Kasihan Bantul.

Kedatanganya disambut oleh Ketua Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (IIKK) PT Madu Baru Hj. Didin Rahmad Edy Nurcahyo beserta timnya di Gedung Madu Candya Madu Kismo, Selasa (10/6).

Dalam sambutan kedatangannya Hj Titi Riyantono diantaranya menyampaikan terima kasihnya bahwa kunjungannya bersama anggota DWP yang terdiri dari anggota DWP Tingkat Kabupaten beserta anggota DWP Unit se Kabupaten Bantul telah diterima oleh IIKK PT. Madu Baru Madu Kismo dengan sangat baik.

“Kami merasa bersyukur bahwa kunjungan industri para anggota DWP Kabupaten Bantul ini tidak harus berkunjung ke industri yang lebih jauh, karena di Bantul sendiri mempunyai banyak industri diantaranya perusahaan gula PT Madu Baru yang sudah berdiri sejak jaman penjajahan dan masih eksis hingga kini. Dan ini merupakan kekayaan Bantul yang patut dibanggakan. ” terang Hj. Titi.

Sementara Ketua IIKK PT Madu Baru Hj. Didin Cahyono dalam sambutan selamat datangnya diantaranya menjelaskan bermacam kegiatan yang dilakukan IIKK dan sejarah perjalannya. Dilanjutkan paparan sejarah berdirinya pabrik gula PT. Madu Baru Madu Kismo dan segala kegiatan pembuatan gula pasir dalam melayani masyarakat DIY hingga masyarakat Jawa Tengah yang disampaikan Agus dari Bagian Agro PT Madu Baru.

Usai sambutan peneriamaan Anggota DWP Kabupaten Bantul didampingi oleh Tim IIKK PT Madu Baru melakukan wisata agro menyusuri pabrik gula dengan naik lori yang yang dulu untuk mengangkut tebu sari sawah hingga ke dalam pabrik yang bentuknya hampir seperti kereta mini.

Sekitar satu jam anggota DWP Kabupaten Bantul mengikuti wisata agro diakhiri dengan belanja gula pasir hasil produksi PT Madu Baru yang berwarna asli agak kemerah-merahan tanpa pemutih dan dilanjutkan kembali ke Gedung Madu Cadya untuk makan siang bersama. (Sit)